cara membawa ikan koi jarak jauh
Suhuair untuk pertumbuhan, selera makan, dan berat benih ikan koi berada pada 250C - 270C. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membuat sistem monitoring suhu pada kolam benih ikan
Hanakomerupakan salah satu dari spesies jenis ikan Koi. Dia hidup selama 226 tahun sampai kematiannya pada tahun 1977. Ikan Koi betina warna kemerahan ini lahir di Jepang pada tahun 1751. ikan koi warna scarlet biasanya hanya memiliki umur rata-rata sekitar 40 tahun. Namun, Hanako hidup di tahun 1970-an dan meninggal pada usia 226 tahun.
Halyang harus diperhatikan saat ingin memelihara ikan koi adalah ukuran dari kolam ikan. Usahakan untuk membuat kolam ikan yang lebar sehingga ikan koi bisa bergerak secar bebas dan juga berkembang dengan baik. CARA MERAWAT IKAN KOI DI KOLAM. by sumberkoi October 30, 2019 0 Comments [pl_row]
Sebagusapa tempatnya, gimana pelayanannya dan fasilitas apa saja yang kita dapat. Jarak dari rumah gak terlalu jauh. Sekitar lima belas menit kita sudah sampai di King Koi 98. Ikan Koi diyakini sebagai ikan membawa keberuntungan. Siapa saja yang memelihara ikan ini, maka akan mendapat keberuntungan. Makanan berat tapi cara
peternakkoi di blitar Butuh Info? Kami Siap Melayani!! 0813 5854 6636 Peternak Koi di Blitar Ikan koi adalah salah satu jenis ikan hias yang memiliki banyak penggemar. Bukan hanya di kalangan pecinta ikan hias di tanah air tetapi juga di banyak wilayah di dunia. Ikan hias koi memiliki ciri-ciri dan sifat yang sangat Jual Ikan Nila Di Kota
Vor Und Nachteile Von Partnersuche Im Internet. Mungkin anda tidak pernah terpikirkan, bagaimana para petani koi di Blitar mempersiapkan segala sesuatunya saat akan melakukan pengiriman koi hingga sampai di rumah anda. Koi yang akan dikirim ke suatu tempat, yang mana menempuh jarak yang sangat jauh atau memakan waktu berjam-jam, tentu perlu penanganan khusus. Infomasi berikut ini sekadar menambah wawasan kepada anda, apa dan bagaimana yang seharusnya dilakukan oleh para petani dan petugas pengiriman koi jarak jauh selama persiapan, dalam perjalanan hingga selamat sampai tujuan. Tahap Persiapan. Bak karantina yang terbuat dari fiberglass telah diperisiapkan dalam ruang tertutup, untuk menampung koi yang akan dikirim keluar kota Sebelum menempuh perjalanan jarak jauh, terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan dengan baik, sebab hal ini yang paling penting harus dilakukan, sebab koi yang akan dikirim harus dikondisikan agar siap dikirim pada saatnya. Pengiriman koi dari Blitar dengan kota tujuan seperti ke Jakarta, atau kota lain yang berada di luar Jawa, antara lain ke wilayah Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi, adalah hal yang sudah biasa dilakukan oleh para petani kita. Bahkan di Jepang, pengiriman Koi dillakukan antar benua. Didalam artikel ini adalah tentang koi yang dikirim melalui perjalanan darat, harus diperlakukan khusus agar kondisinya sehat sehingga mampu bertahan dalam proses pengiriman yang memakan waktu berjam-jam. Koi baru diangkat dari kolam lumpur atau mud pond milik petani koi, tidak bisa langsung dikirim melalui perjalanan jauh. Bila dipaksakan maka koi kemungkinan besar tidak akan mampu bertahan atau bahkan telah mati sebelum sampai ke tujuan. Oleh sebab itu setelah diangkat dari kolam tanah, koi yang akan dikirim dikumpulkan di dalam bak khusus yang berukuran cukup luas dengan kondisi air yang tetap dijaga kualitasnya Karantina Koi Di dalam bak karantina, koi sama sekali tidak diberi pakan selama 3 sampai 6 hari lamanya. Hal ini dilakukan agar koi tidak membuang kotoran dalam perjalanan karena perut koi dalam keadaan kosong. Kotoran koi mengandung zat ammonia yang bisa membahayakan kesehatan koi sendiri. Karantina koi dalam kantong beroksigen, lebih hemat waktu, tempat dan biaya. Cara lainnya yang bisa ditempuh adalah dengan memasukkan ke dalam kantong oksigen selama beberapa hari 2-4 hari. Ada sebagian petani koi yang menggunakan cara ini, untuk mempercepat waktu karantina dan menghemat tempat dan biaya perawatan. Kantong kantong plastik tempat karantina tersebut setiap hari diganti oksigen dan atau diganti air, jika masih terdapat kotoran koi di dalamnya. Kantong plastik yang digunakan adalah dengan bahan PE Poly Esther bening dengan ukuran lebar 50-60 cm dan tebal 0,07-0,08 mm, dengan panjang sekitar 100 cm dengan 2 rangkap. Setelah masa karantina tersebut, tibalah saatnya koi dipindahkan kedalam mobil pengangkut untuk dikirim sesuai tujuannya. Pengemasan Packing Perbandingan air dan udara dalam kantong plastik 1/3 air 2/3 Oksigen murni. Sebelum diberangkatkan, koi ditempatkan di dalam kantong-kantong beroksigen dengan penggantian sebagian air dan tambahn oksigen baru, juga sekaligus di beri larutan obat-obatan secukupnya multi vitamin dan antibiotik, untuk menjaga kesehatan koi selama dalam perjalanan. Cara mengemas koi dalam kantong beroksigen adalah dengan memasukkan air yang telah diendapkan selama sehari semalam sebanyak 1/3 isi kantong, lalu koi dimasukkan kedalam kantong. Setelah itu buang sisa udara yang ada dalam kantong plastik dan masukkan selang dari tabung oksigen. Kemudian oksigen murni dialirkan kedalam kantong hingga penuh dan terakhir diikat dengan tali atau karet, sebagai mana terlihat dalam gambar. Agar koi selamat dalam perjalanan, maka dalam setiap kantong oksigen yang bentuknya bulat panjang, dengan pajang plastik 100-110 cm, ber diameter 50-60 cm, dapat diisi koi sesuai dengan tabel berikut Hal ini sebagai upaya menghemat oksigen yang ada di dalam kantong yang dibutuhkan koi selama perjalanan panjang. Bisa anda bayangkan berapa banyak kantong yang digunakan untuk mengangkut ratusan koi. Selain itu, beberapa perlengkapan yang harus dibawa dalam perjalanan antara lain tabung oksigen murni, kantong plastik cadangan dan karet pengikat. Selama Perjalanan Untuk membawa koi dalam jumlah besar ratusan ekor sekali jalan, bila dilakukan perjalanan melalui darat, biasanya para pengirim koi menggunakan kendaraan tertutup atau bisa juga dengan menggunakan kendaraan terbuka semacam pickup atau truk engkel, namun diperlukan terpal penutup sebagai perlindungan dari terik matahari dan hujan selama dalam perjalanan. Untuk menghindari suhu panas yang berlebihan yang berasal dari dasar bodi kendaraan, maka sebagai alas, diletakkan lembaran-lembaran jerami atau daun dan gedebok pisang dan atau bisa juga dengan lapisan styrofoam dengan maksud untuk menghalangi panas yang berlebihan dari dasar bodi kendaraan tersebut. Suhu ruangan yang tinggi didalam kabin kendaraan, dengan sendirinya juga akan meningkatkan suhu air di dalam kantong plastik. Suhu air yang tinggi membuat koi tidak nyaman dan menguras banyak oksigen untuk pernafasannya. Waktu pengiriman koi jarak jauh biasanya dipilih pada malam hari, hal ini untuk menghindari cahaya terik matahari yang mengakibatkan penambahan suhu air pada kantong koi. Biasanya ketika hari menjelang sore, mereka memindahkan koi ke dalam kendaraan, dan menjelang matahari terbenam, kendaraan sudah mulai berangkat. Oleh karena perjalanan yang memakan waktu panjang hingga sampai 10-12 jam, maka kendaraan pengangkut diusahakan agar berjalan tanpa menimbulkan banyak goncangan. Goncangan yang timbul, tentu saja membuat koi semakin tidak nyaman dalam perjalanan. Kemudian setelah berselang beberapa jam, perjalanan berhenti sejenak, guna dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi kantong-kantong koi, apakah masih dalam keadaan baik, tidak bocor, dan memastikan bahwa suhu air dalam kantong masih dalam kondisi aman. Bila ada beberapa kantong yang tampak kempis, maka perlu ditambahkan oksigen atau mengganti dengan kantong cadangan. Biasanya pada setengah perjalanan, yaitu menjelang tengah malam, dilakukan pengecekan secara menyeluruh, untuk memastikan semua koi dalam kondisi baik dan aman. Kesempatan ini seringkali digunakan untuk menggganti sebagian air dan menambahkan oksigen baru. Selain itu juga memberi kesempatan koi agar tenang di dalam kondisi air yang kembali normal. Karena seringnya melakukan pengiriman koi antar kota, maka mereka sudah hafal dan tahu dimana tempat-tempat yang aman untuk beristirahat dan mengganti air yang diperlukan. Selama setengah perjalanan terakhir biasanya hanya berhenti sebentar untuk sepintas memantau kondisi kantong-kantong koi, dan memastikan tidak ada kantong yang bocor dan menggeser kantong atau menukar posisi agar bagian bawah dipindahkan ke atas, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak suhu air yang meningkat. Setelah semalaman bekerja keras, menjelang pagi bila tidak ada halangan atau kemacetan dijalan, maka kendaraan pengangkut telah sampai di tempat tujuan akhir. Demikianlah sedikit kisah tentang perjalanan dalam rangka pengiriman koi jarak jauh melalui jalan darat. Bisa anda bayangkan, pada kenyataannya proses pengiriman koi tersebut tidaklah semudah yang dibayangkan, sebab sudah seringkali terjadi resiko antra lain karena adanya kantong yang bocor atau suhu didalam kendaraan menjadi sangat tinggi tanpa diketahui, dan tidak jarang mengakibatkan kematian koi saat masih berada di dalam perjalanan. Semoga bermanfaat Salam Gilakoi
Pengangkutan Benih Ikan Patin Sudah tahu cara membawa ikan jarak jauh tanpa oksigen? Dengan semakin berkembangnya usaha budidaya perikanan, aneka subsistem budidaya perikanan, baik kegiatan pembenihan, pendederan, maupun pembesaran, kadang-kadang satu dengan yang lain terpisah jaraknya. Pemisahan tempat tersebut tentu dilakukan dengan berbagai pertimbangan, baik ditinjau dari spesifikasi daerah, peluang pasar, maupun efisiensi dan efektivitas usaha. Untuk itu, pemindahan benih dari satu tempat ke tempat lain perlu penanganan khusus agar benih dapat selamat sampai tujuan. Teknologi transportasi benih ikan sejak dahulu sampai sekarang berkembang, dari cara tradisional sampai dengan cara lebih modern. Penggunaan teknologi transportasi disesuaikan dengan jarak angkut, jenis dan ukuran ikan, serta sarana dan prasarana yang tersedia. Berikut ini tatacara teknik pengangkutan benih ikan patin yang baik sesuai standar pengemasan. Pengangkutan Benih Ikan Patin Pengangkutan ikan merupakan salah satu kegiatan pascapanen yang sangat besar pengaruhnya terhadap harga ikan yang sekaligus berpengaruh pula terhadap pendapatan. Kondisi ikan hidup, sangat erat kaitannya dengan perlakuan saat panen. Untuk itu, yang perlu diperhatikan saat panen adalah alat tangkap yang digunakan harus sesuai, waktu pemanenan harus tepat, dan tempat penampungan sementara memenuhi syarat. Beberapa faktor yang harus diperhatikan pada pengangkutan ikan patin, khususnya benih, sebagai berikut. 1. Suhu air sangat berpengaruh terhadap aktivitas didalam tubuh ikan. Suhu yang baik untuk pengangkutan adalah antara 15-20% c. Untuk itu, pengangkutan biasanya dilakukan saat suhu rendah, yaitu pada pagi atau malam hari. 2. Oksigen dibutuhkan oleh ikan untuk bernafas. Untuk itu, selama pengangkutan dengan cara tertutup menggunakan kantung plastik, pastikan oksigen didalamnya tersedia dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan. 3. Ekspresi Adalah kotoran ikan hasil proses metabolisme selama pengangkutan. Ekskresi dapat menjadi racun bagi ikan yang di angkut. Untuk menghindari hal tersebut, sebelum di angkut, ikan harus diberok atau dipuasakan terlebih dahulu. 4. Lama pengangkutan. Ditentukan oleh jarak tempat pemanenan dan tempat tujuan atau pembeli. Agar ikan patin selamat sampai tujuan, ukuran ikan yang akan di angkut pun harus diperhitungkan. Baca ini Teknik Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal yang Berhasil Jenis Ikan Patin Konsumsi dan Hias Beserta Gambarnya Jenis Makanan Ikan Patin Alami dan Buatan yang Bernutrisi Teknik Pengangkutan Ikan Hidup Pengangkutan ikan patin hidup, khususnya yang masih berukuran benih, harus memperhatikan beberapa faktor sebagaimana yang diulas diatas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan balai penelitian perikanan air tawar, benih patin berumur 21 hari dapat di angkut dengan aman selama 10 jam dengan kepadatan 400 ekor per liter air. Pengangkutan Ika Konsumsi Segar Cara yang paling tepat untuk mempertahankan kesegaran pengangkutan benih ikan patin, khususnya sebelum dikonsumsi, adalah dengan membekukannya dengan es. Jumlah es yang diperlukan sangat tergantung pada suhu udara luar, jumlah ikan yang akan di angkut, pengangkutan, dan jenis wadah yang digunakan. Makin tinggi suhu udara luar, makin banyak ikan yang di angkut, dan makin jauh yang di tempuh, jumlah es yang dibutuhkan pun semakin banyak. Begitu juga sebaliknya. Pelaksanaan penggunaan es di bagi menjadi dua tahap, yaitu es untuk menurunkan suhu ikan mendekati 0 derajat c dan es untuk mempertahankan suhu ikan sesuai dengan suhu yang dikehendaki selama pengangkutan. Baca juga yuk,. Jenis Hama dan Penyakit Ikan Patin serta Cara Mengatasinya Budidaya Ikan Patin Agar Cepat Panen untuk Pemula Panduan Lengkap Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal Tanah dan KJA Nah, dengan demikian bisa dipastikan pengangkutan benih ikan patin yang Anda kirim dan pindahkan dapat segar sampai tujuan. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
- Ikan Koi termasuk salah satu ikan hias yang dapat ditemui di berbagai tempat, seperti rumah, kantor, dan pertokoan. Ikan Koi menjadi peliharaan karena merupakan salah satu ikan hias terbaik. Jika Anda tertarik, simak cara memelihara ikan koi untuk pemula di bawah ini. Selain karena tampilannya yang unik, perawatan ikan Koi juga tergolong sangat mudah. Tidak hanya itu, Koi juga merupakan ikan yang jinak. Ikan Koi bahkan dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi orang-orang yang memeliharanya. Nama Koi sendiri berasal dari bahasa Jepang, yakni Nishikoi, yang berarti ikan karper bersulam emas dan perak. Sisik ikan ini pada umumnya memiliki corak berwarna cerah, seperti putih, oranye, emas, dan perak. Bagi Anda yang baru akan memelihara ikan Koi, ikuti beberapa tips memelihara ikan Koi untuk pemula berikut ini. Baca Juga Yoyok Sukawi Bangga Peternak Koi Semarang Tak Kalah dari Jepang 1. Menyediakan kolam ikan Hal pertama yang harus dipersiapkan jika Anda ingin memelihara ikan Koi adalah media peliharaannya. Ikan Koi yang dapat tumbuh menjadi sangat besar tampaknya tidak cocok diletakkan di dalam akuarium. Oleh karena itu, kolam menjadi tempat yang tepat untuk memelihara ikan Koi agar perkembangannya optimal. 2. Memenuhi kolam dengan air bersih Anda perlu tahu bahwa Ikan koi tidak dapat langsung dimasukkan ke dalam kolam. Setelah menyediakan kolam, isi kolam tersebut dengan air bersih dan diamkan selama dua-tiga hari terlebih dulu. Hal ini perlu dilakukan guna menghilangkan bau semen dan cat yang masih tersisa di dalam kolam. Setelah itu, ganti air dan isi kembali dengan air bersih. Pada penggantian air berikutnya, Anda dapat memasukkan ikan Koi yang berukuran kecil satu persatu untuk melihat keamanan kolam tersebut sebelum semua ikan dimasukkan ke dalamnya. Baca Juga Mau Pelihara Ikan Hias? Siapkan 6 Hal Ini Sebelum Melakukannya 3. Mengkarantina ikan sebelum diletakkan ke dalam kolam
The Bekins Blog August 23, 2016 Household Moves, Moving Guides & Tips You’ve spent years cultivating your koi pond. You chose the perfect fish to put in it, and you’ve carefully tended to them through every season. But now, you’re moving, and you don’t know how to move your fish across the country. You have a serious no-koi-left-behind policy… but how do you transfer your fish with the rest of your stuff? We understand that knowing how to transport large koi isn’t second nature to most people. Fortunately, you can transfer your koi from one pond to another without negatively impacting them. All it takes is some knowledge of the potential risks and the proper moving techniques. Whether you’re wondering how to move fish across the country or down the street, we’ve got you covered with the tips and information below What are the Risks of Moving Koi Fish? Since koi fish are expensive and sentimental, you want to protect your investment the best you can. If you’re looking for ways to move fish, it’s important to know the dangers first. Be aware of these common fish risks before you make your move 1. Koi fish get stressed Koi fish often get stressed when their environments change. Although you can’t do much about the change in environment, you should take a few precautions to prevent your koi from feeling threatened. Since stress lowers your koi’s immune response, they might have a harder time fighting off illnesses and infections as you relocate. Other health problems can also arise from stress, and you may not notice the symptoms for days or weeks after the move. That is why you should do your best to minimize stress as much as possible see tips for transporting koi carp below. 2. Injury If you treat your koi roughly during the move or expose them to harsh environments, they could get hurt. For example, if you quickly lift your koi out of their pond with a net or shake them too much, they could lose some of their protective slime. This slime protects them from parasites, infections and other maladies. 3. Death Death is the most serious risk of transporting your koi. If they don’t have access to enough oxygen, their water becomes too dirty, or they get sick, your koi could die during the move. Fortunately, you can avoid this fate with the proper moving process What is the Best Way to Transport Fish? Here’s How to Move Koi from One Pond to Another With careful technique, you can successfully move your koi to their new home. Here’s how 1. Net Your Koi Carefully Invest in a quality koi net and use it to carefully coax your fish into your chosen container. Don’t chase your koi around the pond, instead, place it behind them or slightly under them to help guide them into their transportation bag or bin. 2. Move the Koi in a Proper Container You can move koi in plastic bags as long as you also have a rigid container to put the bags in. If you choose plastic bags, you’ll also want some rubber bands to close up the tops. Make sure you have enough bags to double bag the koi fish. You can also skip the bag entirely and put your fish directly into a rigid container like a plastic bin, for example. 3. Use their Original Pond Water The water in your koi’s transportation container should be as close to their normal pond water as possible. In fact, you can just use water directly from their pond. If you want or need to use different water, make sure its pH and temperature are the same as their original pond the water should match within .3 on the pH scale and 4°F of its original temperature. 3. Add Salt to the Koi’s Water Finally, your fish will experience less shock and stress if you add salt to their water. The kind of salt does not matter, just use 3 grams per liter of water. You can also add things like a water conditioner or slime coat product to help your fish maintain their coatings. Make Your Move Go Swimmingly with Bekins Van Lines! Now that you know how to transport koi, it’s time to get started with your move! Whether you’re moving down the street or across the country, you don’t have to leave your fish behind. Use the tips above to keep your koi safe during your relocation. Then, to make your move even easier, move with Bekins. We can get you, your family and your fish to your new space quickly and efficiently. Get in touch with us today!
Jual ikan koi Blitar Murah – Cara mengirim ikan koi dalam kantong plastik, haruslah benar-benar dipahami. Jika tidak dilakukan dengan baik, siapa pun bisa mengalami kerugian besar karenanya. Seperti diketahui, cara mengirim ikan koi gampang-gampang susah. Gampang karena kita tinggal memasukkan ikan ke dalam kantong plastik, yang sudah diisi oksigen. Susah karena ketika pengiriman gagal, yang disebabkan oleh banyaknya ikan yang mati, dan kita tidak tahu apa penyebabnya. Padahal biasanya ikan selamat sampai tujuan. Ikan, kerang, dan tanaman sering kali diangkut dalam kantong plastik tertutup, yang berisi sedikit air dan oksigen murni. Jika kita ingin melakukan pengiriman ikan Koi dengan kantong plastik, kita harus terlebih dahulu menentukan berat ikan tersebut. Pada 1,5 sampai 2 dua galon air, di kantong plastik 3 ml, 18 per 32 inci inch. Udara yang berlebih dibuang dari kantong, dan digantikan dengan oksigen yang murni. Kantong disegel, lalu ditempatkan di dalam wadah yang terisolasi. Terakhir, ditempatkan ke kotak pengiriman lalu dikirim. Alasan Mengirim Menggunakan Kantong Plastik Pengiriman kantong, mungkin menjadi pilihan terbaik, bagi para pengirim ikan Koi. Hal ini dikarenakan beberapa alasan. Pertama, ikan Koi yang teramat kecil. Anak/benih ikan Koi bisa rusak, karena proses pengiriman di dalam tangki besar. Kedua, karena melibatkan jarak pengiriman yang cukup jauh/ekstrem. Pengiriman kantong, dapat memberikan keuntungan ekonomis tertentu. Dari pada transportasi dengan tangki standar. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, dalam cara mengirim ikan koi dalam kantong plastik. Diantaranya adalah sebagai berikut Kualitas Air Selama Proses Pengiriman Kondisi Kesehatan ikan Koi, sangat mudah berubah. Seiring perubahan pada parameter kualitas air, saat berada di dalam kantong. Selama berlangsungnya proses transportasi. Parameter yang perlu diperhitungkan, antara lain oksigen terlarut, suhu, pH, amonia, karbon dioksida, dan keseimbangan garam, dari darah ikan Koi tersebut. Level perubahan masing-masing parameter tersebut, dipengaruhi oleh ukuran dan berat ikan Koi. Serta durasi/lamanya proses transportasi. Ikan Koi adalah jenis binatang berdarah dingin. Karena itu metabolisme ikan Koi, sangat mudah dipengaruhi oleh suhu lingkungan, di mana dia tinggal. Metabolisme Koi akan naik beberapa kali lipat, untuk setiap peningkatan suhu 18 derajat F, dan berkurang hampir setengahnya, jika suhu turun 18 derajat F. Penurunan tingkat metabolisme tersebut, menyebabkan penurunan konsumsi produksi amonia, oksigen dan produksi karbon dioksida. Karena itulah, sangat perlu mengangkut ikan Koi dengan suhu yang rendah. Secara umum, untuk ikan yang biasa hidup di air dingin dan hangat. Suhu yang dianjurkan adalah antara 55 derajat hingga 60 derajat F. Untuk jenis ikan seperti ikan nila dan ikan red drum, suhunya harus lebih mendekati 60 derajat F. Untuk jenis Ikan air dingin, seperti ikan trout, harus ditempatkan pada air yang lebih dingin, serta harus diangkut pada suhu yang bahkan lebih dingin 45 sampai 50 derajat F. Untuk mendapatkan suhu transportasi yang diinginkan, ikan Koi harus ditempatkan dalam tangki air dingin. Agar suhu dalam kantong plastik pengiriman Koi tetap stabil, dapat menggunakan es atau yang lebih umum kemasan gel. Es atau kemasan gel sering digunakan selama transportasi. Terutama jika transportasi tersebut, memerlukan jangka yang waktu yang lama. Dimana suhu dapat meningkat. Kotak pengiriman Styrofoam yang terisolasi, juga bisa digunakan untuk mencegah suhu luar memengaruhi suhu air, yang ada di dalam selama proses pengiriman. Dalam beberapa kasus, digunakan 20 hingga 40 liter es, atau pendingin selama transportasi. Oksigen Terlarut Hal yang harus diperhatikan dalam cara mengirim ikan koi dalam plastik adalah oksigen terlarut. Oksigen terlarut Dissolved Oxygen, DO konsentrasi yang memadai. Pentingnya menyediakan tingkat DO yang memadai tidak boleh diabaikan. Jika tingkat DO-nya tidak memadai, hal tersebut akan mengakibatkan stres berat. Hal tersebut dapat berujung pada kematian ikan Ko, dalam dua sampai tiga hari setelah ikan sampai lokasi. Jumlah oksigen yang dapat terlarut dalam air, terutamanya didasarkan pada suhu air tersebut. Air dikatakan 100 persen tersaturasi, jika tingkat saturasi atasnya tercapai. Saturasi DO diketahui lebih tinggi pada air dingin, daripada air hangat. Contohnya, di permukaan laut, saturasi DO pada air 45 derajat F adalah bagian per juta ppm.Tetapi pada 60 derajat F, saturasinya adalah 10,0 ppm. Karena selama transportasi memberikan oksigen murni pada kantong plastik. Tingkat DO di dalam air akan tersaturasi, dan kadar oksigen rendah, biasanya tidak banyak memberikan dampak masalah. Kecuali jika kantong tersebut disegel dengan tidak benar, atau muncul lubang yang membesar di kantong tersebut. Hal ini disebabkan oleh sirip punggung ikan Koi yang besar. Sangatlah penting, untuk mempertahankan volume oksigen sebesar 75 persen di dalam kantong, untuk memastikan DO yang memadai di permukaan air. Kuantitas ion hidrogen H+ di dalam air, akan turut menentukan apakah hal tersebut adalah asam atau basa. Skala untuk mengukur derajat keasaman disebut skala pH. Nilai PH yang berkisar dari 1 sampai 14. Jika anda mendapatkan nilai 7, maka dianggap netral. Tidak asam atau basa. Nilai di bawah 7 dianggap asam. Sedangkan nilai di atas 7 berarti basa. Rentang yang dapat diterima untuk pertumbuhan ikan adalah antara pH dan 9,0. Alkalinitas kapasitas buffer, dan jumlah karbon dioksida bebas, dapat mempengaruhi nilai PH air. PH air transportasi, juga akan memengaruhi toksisitas amonia. Bahkan pada air transportasi dengan buffer yang baik, pH terkadang akan berkurang sebesar satu unit pH. Karbon Dioksida Cara mengirim ikan koi dalam plastik juga harus memperhatikan karbon dioksida. Saat ikan Koi bernafas, mereka menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Kemudian karbon dioksida, bereaksi dengan air dan terbentuklah asam lemah. Asam lemah inilah yang menyebabkan penurunan pada nilai pH air. Jika Kadar karbon dioksida tinggi akan mengganggu penyerapan oksigen. Sehingga kadar oksigen dalam darah ikan akan berkurang. Kadar karbon dioksida yang tinggi , terkadang ditemukan di air sumur. Karbon dioksida yang berlebih pada air sumur, dapat dihilangkan dengan cara aerasi mekanis atau dengan cara melewatkan air tersebut, melalui filter berisi bahan berongga. Amonia Penumpukan amonia terjadi di air selama proses transportasi, sebagai hasil dari metabolisme ikan Koi. Dua bentuk amonia terjadi pada proses air transportasi, yaitu terionisasi NH4+, dan tidak terionisasi NH3. Amonia terionisasi tidak beracun, sedangkan bentuk amonia tak terionisasi sangat beracun, dengan konsentrasi terendah 0,2 ppm. Dalam pengujian amonia, kedua bentuk tersebut dikelompokkan bersama sebagai “total nitrogen amonia”. Total konsentrasi amonia, dapat mencapai lebih dari 14 ppm selama proses transportasi. Cara termudah, untuk mengurangi penumpukan amonia beracun dalam air transportasi, adalah dengan menurunkan suhu air selama proses transportasi, dan berhenti memberikan makan beberapa hari sebelum transportasi. Ikan Koi yang panjangnya hingga delapan inci, tidak boleh diberi makan selama 48 jam, sebelum pemuatan dan transportasi. Ikan yang besarnya lebih dari delapan inci, tidak boleh diberi makan selama 72 jam, sebelum transportasi. Prosedur Cara Mengirim Ikan Koi Dalam Kantong Plastik Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memotong kantong plastik jenis PE. Yakni kantong plastik yang ukuran lebarnya 50 cm dan tebalnya 0,07 mm, atau kantong plastik dengan lebar 60 cm dan tebal 0,08 mm, sepanjang 100 – 110 cm. Kemudian ikatlah salah satu ujungnya. Atur kantong plastik yang sudah dipotong dan diikat ujungnya menjadi rangkap dua. Selanjutnya, isi kantong plastik dengan air bersih sebanyak +10 liter. Jangan lupa untuk tambahkan multivitamin dan anti-biotik. Langkah keempat, masukkan ikan Koi ke dalam kantong plastik. Jangan lupa untuk menyesuaikan kepadatan kantong plastik dengan benar. Isi kantong plastik dengan oksigen O2 murni. Caranya, keluarkan sisa udara bebas yang ada di dalam kantong plastik, hingga mengempis sepenuhnya. Kemudian isikan oksigen O2 murni ke dalam kantong plastik, hingga menempati 2/3 volume kantong plastik. Langkah keenam, kencangkan kantong plastik dengan cara diputar, agar terbentuk simpul. Ikat simpul yang sudah terbentuk dengan menggunakan karet gelang, atau karet pengikat lainnya, yang berbahan lateks hingga benar-benar kuat. Terakhir, distribusikan ikan Koi yang sudah ada di dalam kantong plastik secara langsung. Atau Anda juga bisa mengemas kantong plastik, dengan cara memasukkan kantong plastik tersebut ke dalam kotak kardus atau kotak styrofoam. Demikian cara mengirim ikan koi dalam kantong plastik. Jika tak mau repot Anda bisa memesan ikan koi, ke Duta Koi Blitar. Selain melakukan prosedur dengan benar, juga ada garansi diganti yang baru jika ada ikan yang mati. Duta Koi adalah pusat budidaya dan jual ikan, yang melayani pengiriman ke seluruh Indonesia.
cara membawa ikan koi jarak jauh